Wagub Kalbar Minta KTNA Berikan Solusi Kelangkaan Pupuk Untuk Petani

Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta Rembug Paripurna Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dapat menghasilkan sejumlah solusi bagi petani, khususnya dalam mengatasi kelangkaan pupuk.

“Saya harap Rembug Paripurna ini bisa menghasilkan solusi, terutama permasalahan pengadaan pupuk yang tidak menjadi kendala bagi para petani,” kata Ria Norsan di Pontianak, Kamis.

Norsan mengatakan, Rembug Paripurna merupakan momentum bagi kelompok KTNA untuk bersinergi dengan beberapa stakeholder dan berkolaborasi dengan pihak pemerintahan dalam memajukan kepentingan petani dan nelayan.

Saat ini, katanya, nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar cukup baik yaitu berada di 137,63 poin, atau naik 2,51 persen dari tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, NTP Kalbar saat ini sedikit membaik. Meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19, namun tingkat kinerja petani tidak mengalami hambatan,” tuturnya.

Hal yang menjadi permasalahan bagi para petani selama ini adalah marketing atau pemasaran saat masuknya musim panen.

“Harga gabah anjlok saat musim panen raya, kemudian ditambah dengan musim pupuk. Harga pupuk subsidi yang hilang dari pasaran harus menjadi perhatian kita,” kata dia.

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus berupaya mengawal peredaran pupuk subsidi agar para petani tidak mengalami kesulitan saat masuk musim tanam.

Di tempat yang sama, Sekjen Kelompok KTNA Nasional, Zuharman Djusman mengatakan, Rembug Paripurna diadakan mulai dari tingkatan nasional hingga paling bawah selama 5 tahun sekali.

“Di dalam Rembug Paripurna ini, para pengurus akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dalam membuat program-program selama 5 tahun kedepan guna meningkatkan SDM bagi para petani,” kata Zuharman Djusman.

Ketua Kelompok KTNA Kalbar Khalid Hermawan mengharapkan Rembug Paripurna KTNA mampu menaungi permasalahan bagi para petani dan nelayan di Kalbar.

“Saya harapkan kegiatan rembug ini mampu melahirkan program-program unggulan serta didukung dengan inovasi terbaik untuk kedepannya agar tingkat perekonomian para petani dan nelayan bisa lebih baik,” kata Khalid Hermawan.(Ant)