Selama PPKM, Pemprov Kalbar Pastikan Komoditas Pangan Strategis Aman

Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Heronimus Hero memastikan bahwa sejumlah komoditas pangan strategis dari sisi stok masih aman selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Berdasarkan analisis neraca yang ada beberapa komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng dan daging ayam aman saat PPKM. Hal itu karena stok masih surplus selama penerapan PPKM dari tanggal 3 -30 Juli 2021,” ujarnya di Pontianak, Selasa.

Ia menambahkan bahwa ketiga komoditas tersebut diproyeksikan bahwa surplus hingga September 2021 mendatang.

“Proyeksi kami hingga September 2021 untuk beras, minyak goreng dan daging ayam stok masih aman atau surplus,” kata dia.

Pada sisi lainnya menurutnya, untuk komoditas pangan lainnya seperti seperti gula, bawang, cabe, telur dan daging sapi/kerbau masih defisit.

“Tentu saja yang defisit ini menjadi peluang terjadinya kenaikan harga. Oleh karena itu dari sisi pasokan dan distribusi perlu ditingkatkan oleh pelaku usaha untuk komoditas tersebut agar ketersediaan nya cukup dan harganya bisa stabil,” kata dia.

Pihaknya terus menganalisis neraca ketahanan pangan setiap bulan berjalan dan melakukan proyeksi beberapa bulan ke depan berdasarkan jumlah produksi lokal, pasokan dari luar dan kebutuhan konsumsi bulanan.

“Kami juga terus mendorong pemerintah kabupaten atau kota di Kalbar untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sesuai amanah peraturan menteri pertanian. Cadangan ini sangat penting terutama jika terjadi bencana dan gagal panen di kabupaten atau kota terkait. Pemerintah provinsi tetap mendukung dengan cadangan pangan yang ada yaitu sekitar 200 ton untuk tahun ini,” jelas dia.

Terkait PPKM, menurutnya secara signifikan memang membatasi aktivitas masyarakat. Namun pengecualian untuk aktivitas terkait logistik.

“Jadi dampak PPKM terhadap ketahanan pangan mungkin tidak begitu besar karena distribusi pangan masih lancar,” jelas dia. (Ant)