Provinsi Kalbar Kembangkan Bawang Putih Seluas 25 Hektare

Pontianak, – Provinsi Kalimantan Barat dalam tahun 2020 mengembangkan tanaman bawang putih pada areal seluas 25 hektare.

“Sebenarnya pengembangan 25 hektare bawang putih tahun ini merupakan dari tahun anggaran 2019. Hal itu karena lelang baru selesai akhir tahun,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Endang Kusmayanti di Pontianak, Selasa.

Daerah pengembangan bawang putih sendiri yakni di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.

“Desa Pisak memiliki ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut. Dengan kondisi itu kami optimistis pengembangan bawang putih akan berhasil. Pengembangan bawang putih tersebut hanya di Kabupaten Bengkayang, bahkan se-Kalimantan, hanya Kabupaten Bengkayang yang mendapatkan program,” katanya.

Secara umum ia menjelaskan bahwa Kecamatan Tujuh Belas memiliki empat desa yakni Desa Pisak, Desa Kamuh, Desa Sinar Tebudak dan Desa Bengkilu memiliki potensi besar untuk pengembangan hortikultura.

“Potensi tanaman hortikultura untuk pengembangan komoditas hortikultura sangat besar di kecamatan tersebut. Oleh karena itu terus kita dorong dan bantu dengan program,” papar dia

Terkait harga bawang putih di Kalbar sebagaimana terpantau di Pasar Flamboyan Pontianak saat ini melonjak naik. Harga bawang putih sudah tembus Rp70.000 per kilogram.

“Kenaikan terjadi karena keterbatasan pasokan lantaran bawang putih merupakan komoditas impor dari China.
Sedangkan untuk aktivitas impor saat ini dari pemerintah dilakukan pemberhentian sementara karena kasus virus corona,” ujar satu di antara pedagang Pasar Flamboyan Pontianak, Hayyan.

Komoditas bawang putih secara umum saat ini sebagian besar diimpor dari China. Dengan kasus virus corona bukan hanya pintu impor yang ditutup namun kegiatan ekspor juga. Dengan hal itu berdampak pada suplai bawang putih ke Kalbar dan komoditas lainnya. (Ant)