Pemprov Kalbar Perkuat Kapasitas Penangkar Benih Tanaman Pangan

Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar terus melakukan upaya untuk memperkuat kapasitas penangkar benih daerah itu, di antaranya dengan bimbingan teknis (Bimtek).

“Kegiatan Bimtek sertifikasi benih tanaman pangan dilaksanakan agar para penangkar benih tanaman pangan dapat memahami bagaimana memproduksi benih bermutu bersertifikat,” ujar Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Anton Kamaruddin di Pontianak, Sabtu.

Ia menambahkan dengan Bimtek, penangkar benih di Kalbar juga bisa paham dan menerapkan peraturan perbenihan yang ada terutama yang berkaitan dengan sertifikasi dan peredaran benih tanaman pangan..

Ia berharap penangkar benih di Kalbar setelah mendapat Bimtek menjadi para penangkar benih yang kompeten dan berwawasan tentang perbenihan dan hasil dari produksi benihnya dapat mencukupi kebutuhan benih.

“Untuk Bimtek sendiri terbaru kami dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang. Ada 21 peserta penangkar benih yang berasal dari Kecamatan Lumar, Ledo, Bengkayang, Teriak dan Sungai Betung,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum mengatakan bahwa benih unggul memiliki porsi yang besar dan penting dalam pengembangan atau budidaya tanaman baik pangan maupun hortikultura di Kalbar. Menurutnya tanpa benih unggul produksi dan produktivitas padi per hektare dengan tinggi akan sulit tercapai.

“Benih unggul itu sebagai jantung pertanian. Kita jangan bicara produksi yang tinggi dan begitu juga produktivitas tanpa benih yang unggul. Pupuk, Alsintan (alat dan mesin pertanian) dan lainnya juga penting namun benih unggul memiliki porsi yang besar,” katanya.

Bahkan ia mendorong UPT terkait lebih mengembangkan benih unggul lokal karena akan lebih adaptif dengan Kalbar. Hal itu untuk memastikan kualitas lebih baik dan produktif.

“Benih unggul itu produktivitas tinggi, umurnya pendek dan adaptif. Nah, Kalbar harus bisa untuk itu dan potensi wilayah dan lainnya cukup mendukung,” jelas dia. (Ant)