Ganti Rugi, Pelabuhan Kijing Bangun Tujuh Rumah

Pontianak, – Satu di antara penerima ganti rugi yang merupakan warga Desa Sungai Bundung Laut, Sudarso mengaku bersyukur atas pembangunan Pelabuhan Kijing Mempawah oleh Pelindo II karena ganti rugi lahan nya dapat membangun tujuh unit rumah baik untuk dia dan anaknya.

“Bagi saya atas lahan ini bukan ganti rugi namun ganti untung. Ganti untung yang saya terima atas lahan 1,25 hektar Rp5,1 miliar,” ujarnya saat dihubungi di Mempawah, Jumat. 

Ia menambahkan selain tujuh unit rumah juga membangun dua ruko dan e pintu rumah kos – kosan di kawasan relokasi dampak pembangunan pelabuhan.

“Untuk ruko dan kos – kosan tersebut nantinya untuk sumber pendapatan ganti pekerjaan sebelumnya sebagai pengusaha nelayan,” sebut dia.

Sudarso menyebutkan sejak 1976 – 1990 ia berprofesi nelayan tangkap. Setelah itu dia tidak lagi melaut namun jadi pengusaha nelayan.


“Namun seiiring waktu usaha pun mulai merosot. Kita bersyukur di tengah usaha yang terbilang lagi sulit Pelindo II masuk. Dengan Pelindo II masuk, ganti untung bisa menunjang perekonomian kami,” kata dia.

Untuk proses ganti rugi yang diberikan Pelindo II sangat mudah dan cepat. Menurutnya ia dan warga yang terkena dampak pembangunan pelabuhan ekspor dan impor tersebut sangat memberi arti kepada masyarakat.
 

“Nilai ganti rugi juga besar. Hadirnya Pelindo II memberikan harapan baru bagi kami dan anak – anak kami ke depan. Sebab di sini kita yakin daerah kita maju dan peluang kerja bagi kita dan anak – anak kita besar. Sehingga masa depan anak akan lebih baik,” sebut dia.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Herlina mengatakan pemerintah kabupaten sangat mendukung penuh keberadaan dan pembangunan Pelabuhan Kijing Mempawah.

“Hadirnya pelabuhan ini merupakan cita – cita dan harapan kita untuk memajukan daerah Kalbar pada umumnya dan Mempawah khususnya. Sehingga kita mendukung penuh karena kita yakin memberikan dampak luas bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.

Dukungan tersebut kata dia seperti kemudahan regulasi dan pemerintah daerah hadir untuk menjadi fasilitator antara masyarakat dan Pelindo II.

“Ketika ada masyarakat lah kita turut memediasi dan fasilitasi antara masyarakat dan perusahaan. Kita berikan kemudahan dan dukung. Kita sosialisasikan dan edukasi bahwa hadirnya Pelindo II dengan pelabuhan ini akan memberikan dampak luas untuk kemajuan,” papar dia.(Ant)